Streaming Radio  

Kamis, 05 Juli 2012



Puji Tuhan...
Sekarang radio yobel fm 107.9 Mhz kembali mengudara melalui Streaming. Semoga bisa memberkati keluarga Yobel dimanapun Anda Berada. Mari Menjalin persatuan yang kuat melalui siaran radio Yobel Fm

Kirim Salam dan Request Lagu lagunya ya...

Kesaksian
Allah sanggup menyediakan yang kita perlu!
Hidup ini tidak selalu sempurna, namun melalui itu semua Tuhan menyempurnakan hidup kita, karakter kita………!

Sewaktu anak kami berusia sekitar 3 tahun, kami mulai masuk dalam pelayanan di gereja dimana kami beribadah dan bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Seperti biasa ada jadwal tetap untuk wajib mengikuti doa-doa sebagai pelayan Tuhan di sana. Yang menjadi beban dan tantangan buat kami adalah setiap kali kami pergi anak kamipun selalu kami bawa. Sesekali ada pembantu yang menunggui dia dirumah tapi tidak selalu. Saya ingat keadaan yang kami hadapi adalah jika kami pergi di siang hari saat cuaca panas dengan mengendarai motor, maka kami bertiga terpanggang oleh terik matahari, sebaliknya jika cuaca hujan kamipun basah kuyup seperti tercebur dari kolam. Saya ingat ketika anak kami yosia menghadapi kesulitan ini dia memuji Tuhan seperti ini: Sbab Kau besar perbuatanMu ajaib tiada seperti Engkau… tiada seperti Engkau…… berulang-ulang dia naikkan pujian ini sampai air mata saya menetes…… Tuhan engkau baik sekali memberikan anak ini untuk kami, Tuhan memakainya untuk menguatkan kami. Kalau dia yang masih kecil saja bisa menikmati hadirat Tuhan bahkan disaat-saat yang tidak enak, masa kan saya orang dewasa tidak bisa seperti itu, ya kan ?.......

Suatu malam kami mengobrol, saya tanya padanya: “ yos kamu mau mobil warna apa kalau nanti Tuhan mau kasih mobil ?”

dia dengan polosnya mungkin sambil membayangkan mobil-mobil koleksinya (seperti vw kodok misalnya).

“warna merah mi!”. “oke kita doa untuk kebutuhan itu ya yos!” begitu kata saya. Kami berdoa berdua. Beberapa hari kemudian setelah doa waktu itu seingat saya hari menjelang malam ada permohonan khusus yang tiba-tiba muncul dihati saya Tuhan kalau boleh aku minta mobil supaya anak kami tidak kepanasan dan kehujanan lagi. Amin…..

Beberapa detik kemudian telp di rumah berdering dan saya angkat seseorang yang saya kenal mengatakan bahwa dia sudah mentransfer 10 juta rupiah untuk kebutuhan mobil supaya kami tidak kepanasan dan kehujanan begitu katanya. Persis seperti yang saya katakan pada Nya itulah yang Dia berikan. Beberapa hari kemudian kami membeli mobil tahun 1974 sebuah VW kodok merah dengan harga 13 juta. Kami menambah 3 juta uang tabungan kami.

Jika Tuhan memberi kita kesempatan untuk menyaksikan kemurahan dan mujizatNya bukankah itu kasih karunia Nya yang harus kita syukuri ?

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Crew Departemen Program : Producer  

Jumat, 11 Juni 2010

Ditulis oleh : Krisna Mulawarman


Producer atau produser, istilah dipergunakan dalam manajemen produksi program televise dan produksi program radio sekaligus. Meskipun memiliki tanggung jawab yang hampir sama, dalam struktur organisasi di produksi program radio dan produksi program televise, Produser memiliki posisi yang berbeda.

Hampir mirip dengan produser di produksi televisi/film/video, Produser program radio memiliki tanggungjawab terhadap sebuah program acara di radio, menjamin terselenggaranya program acara dalam sebuah siaran radio, sesuai dengan standart mutu acara yang telah ditetapkan oleh Program Director. Serta mendukung tujuan penyelenggaran siaran untuk mencapai jumlah pendengar dan usaha peningkatan pendapatan yang telah ditetapkan oleh station radio tersebut.

Dalam program televise atau dalam produksi film/video (Effendy, 2005: 60), predikat ini disandang oleh orang yang memproduksi sebuah film, bukan membiayai atau menanam investasi dalam sebuah produksi film. Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi sesuai tujuan yang diterapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi, sesuai dengan anggaran yang telah disepakati oleh Executive Producer(s).

Dalam struktur organisasi, produser program radio ada di bawah Program Director dan sejajar dengan beberapa jabatan lainnya, antara lain : Administration Program, Music Director, Script Writer serta Production. Hal ini berbeda dengan jabatan produser dalam produksi program televise/film/video yang memiliki posisi di top manajemen produksi.

Produser dalam program radio (selanjutnya disebut produser saja), sesuai dengan struktur organisasi, memiliki tanggung jawab dan tugas sesuai dengan arahan dari Program Director. Beberapa pekerjaan Produser yang berhubungan langsung dengan Program Director antara lain :

  1. Memberikan laporan secara berkala (mingguan atau bulanan) kepada Program Director .
  2. Melakukan evaluasi program siaran yang menjadi tanggungjawabnya, serta bisa memberikan usulan perbaikan maupun pengembangan suatu program acara.
  3. Menjadi penghubung antara Program Director dengan crew siaran lainnya untuk menjamin pelaksanaan program siaran sesuai dengan format siaran dan tujuan yang telah ditetapkan ( misalnya dengan Announcer, reporter, Operator Mixer/Phone, serta dengan narasumber, tamu atau Special Announcer).
  4. Mewakili Program Director menjalankan sebuah program acara dan memberikan keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan program acara dan materi pendukung program acara, apabila Program Director berhalangan.
  5. Membuat jadwal penyiar, operator serta penyesuaian apabila ada yang berhalangan atas persetujuan Program Director.


Selain bertanggungjawab dan melapor kepada Program Director, Produser memiliki tugas dan kewenangan terhadap pelenggaraan siaran yang berkaitan dengan crew siaran lainnya, yaitu : Announcer, reporter, Operator Mixer/Phone, serta dengan narasumber, tamu atau Special Announcer. Tugas dan kewenangan yang berkaitan langsung crew siaran ini, antara lain :

  1. Memastikan terselenggaranya program siaran beserta seluruh materi pendukung siaran yang diperlukan, misal : tema siaran, play list, narasumber, id's program, dsb.
  2. Mencatat pelaksanaan jam tugas penyiar dan operator setiap akhir bulan sebagai bahan bagi departemen keuangan dalam melakukan penghitungan gaji.
  3. Membuat laporan/evaluasi suatu produksi acara agar dapat dijadikan bahan dalam meningkatkan kualitas acara di masa mendatang.Melakukan koordinasi dengan staf di Departemen Program lainnya berkaitan dengan materi pendukung siaran.
  4. Melakukan koordinasi dengan staf di Departemen Program lainnya berkaitan dengan materi pendukung siaran.
  • Koordinasi dengan Scrip Writer untuk memastikan materi kata yang sesuai tema siaran yang telah disepakati.
  • Kemudian melakukan koordinasi dengan Music Director untuk memastikan play list lagu yang sesuai tema, serta sound effect yang akan mendukung tema.
  • Koordinasi dengan Production dilakukan untuk membuat Bumper In/Out, atau smash dan sound effect khusus.
  • Selanjutnya, koordinasi dengan Administration untuk memastikan segala administrasi yang berkaitan dengan proses siaran, missal : log book iklan, rencana siaran, dsb.
  • Koordinasi dengan operator telepohone untuk memastikan kontak dan kehadiran narasumber dan mencari penggantinya apabila berhalangan.
  • Sedangkan dengan operator mixer untuk memastikan play list telah disusun sesuai materi pendukung siaran.

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Mempersiapkan Transformasi Ke Era Digitalisasi  


Mark Ramsey, seorang konsultan radio di Amerika dalam salah satu posting di blognya memasang sebuah presentasi menarik tentang masa depan radio di era digital yang diberi judul 9 Rahasia Untuk Bertransformasi Secara Digital.

Menurut saya ini presentasi yang menarik sekali karena merangkum sejumlah tips penting buat orang radio yang ingin memahami dan mengikuti perkembangan yang terjadi saat ini di kalangan audiens. Silahkan lihat videonya di website hear2.com miliknya atau klik saja video yang saya pasang di akhir artikel ini.

Beberapa poin penting dari presentasi itu yang sangat menarik perhatian saya adalah:

  • Audiens kita sudah berubah. Mereka kini hidup di era dimana pilihan media luar biasa banyaknya dan perhatian mereka jadi mudah teralih. Saat seorang pendengar mematikan radio di mobilnya, misalnya karena sudah sampai di kantor, bisa jadi itulah saat terakhir ia mendengarkan radio kita, karena pilihan semakin banyak dan dengan mudah ia bisa beralih.Dengan kondisi ini, tantangan bagi kita orang radio adalah bukan membuat orang tidak lari dari kita, tapi bagaimana membuat mereka kembali pada kita.
  • Pelajari pola konsumsi media mereka dan untuk melakukan itu kita harus keluar dari radio dan masuk kembali dengan sudut pandang audiens kita.
  • Poin lain yang juga tak kalah menarik adalah kita harus menyadari bahwa bisnis kita saat ini bukan lagi sekedar bisnis radio. Ini adalah era konvergensi media. Bukan berarti radio telah mati. Justru tantangannya adalah bagaimana radio bisa menjadi bagian dari konvergensi itu.
  • Dengan kondisi seperti ini, musuh radio justru adalah rating atau peringkat atau survei atau apalah namanya. Ini karena kita cenderung menyamakan semua orang. Padahal ini adalah era dimana konsumen kita menjadi sangat individualistis.

Tantangannya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan mereka karena jelas mereka sudah enggan menjadi audiens yang pasif. Dengan makin banyaknya pilihan media, masihkah mereka mau kita atur dengan jadwal siaran? Maukah mereka menunggu jam tertentu untuk mendengarkan acara tertentu?

Mungkin anda akan berpikir bahwa fenomena ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat di Indonesia. Well menurut saya ini cara berpikir yang salah. Contoh saja. Siapa yang pernah menyangka bahwa banyak orang Indonesia yang saat ini tergila-gila pada facebook. Bayangkan betapa besar potensi audiens di facebook kalau kita tahu cara menarik perhatian mereka…

Fenomena facebook menurut saya menunjukkan bahwa kehadiran era media baru di Indonesia akan lebih cepat dari perkiraan kita dan kita harus siap mengantisipasinya.

Satu hal lagi, semua perubahan ini adalah tentang manusia, tentang audiens kita dan bukan tentang teknologi melainkan bagaimana teknologi itu digunakan. Melihat transformasi itu semata dari sudut pandang teknologi justru menurut saya salah besar!

Menarik sekali. Karena itulah saya sangat merekomendasikan anda untuk menyaksikan video berikut Mark Ramsey berikut ini:


AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Karakteristik Inhouse Radio & Televisi  

Ditulis oleh : Krisna Mulawarman


In House Radio atau In House TV, istilah ini saya pergunakan merujuk pada keberadaan sebuah radio atau televisi internal yang siarannya didistribusikan melalui jaringan kabel bukan menggunakan transmiter.

Istilah In House Radio/Televisi tentu saja berbeda dengan istilah In House Production yang merujuk pada hasil produksi sendiri atau hasil karya kreatif dari sebuah stasiun radio maupun televisi yang diproduksi oleh crew stasiun itu sendiri. Bisa dikatakan In House Production adalah Production House Company yang dimiliki sebuah stasiun radio maupun televisi sendiri. Sebagai contoh adalah MNC (Media Nusantara Citra) yang merupakan In House Production-nya RCTI.


Saya sendiri lebih suka menyebut media ini sebagai In House Radio/Televisi karena ada beberapa karakter yang berbeda dengan radio/televisi komunitas, antara lain :


a. televisi ini disiarkan melalui kabel bukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik melalui spektrum frekwensi televise

b. didirikan oleh komunitas tertentu, dengan jangkauan yang sangat terbatas hanya untuk kepentingan internal di lokasi tersebut

c. komunitas bukan berdasarkan geografis seperti lembaga penyiaran komunitas yang dibatasi coverage area-nya sekitar 10 km, tapi komunitas berdasarkan lokasi dan kepentingan internal yang lebih terbatas

d. menyalurkan materi siarannya secara khusus kepada audience-nya tanpa dipungut biaya, karena biaya operasional menjadi tanggung jawab institusi bersangkutan

e. karena sifatnya terbatas dengan segmen yang pasti, justru memungkinkan untuk memasukkan unsur komersial, sebagai media promosi kepada audience di komunitas tersebut


In House Radio atau In House Televisi bisa kita temui di beberapa tempat, antara lain : hotel, mall, supermarket, toko, rumah sakit, pabrik/gedung perkantoran, bandara, bahkan pesawat terbang dan juga kereta api. Tujuan pembuatan media In House Radio/Televisi ini tentu tidak terlepas dari fungsi media itu sendiri sebagai media pendidikan, informasi, hiburan dan juga sarana promosi. Sama seperti media komunikasi lainnya, In House Radio/Televisi memiliki karakteristik yang spesifik sekaligus merupakan kelebihan dan kekurangan dari media ini.

Kelebihannya :

a. In House Radio/Televisi ini materi siarannya didistribusikan melalui kabel bukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik (transmitter), sehingga tidak tergantung oleh cuaca.

b. Biaya instalasi cenderung lebih murah dibandingkan dengan menggunakan transmitter. Biaya dipergunakan hanya untuk membeli kabel, televisi monitor, speaker, booster atau amplifier.

c. Menjangkau target sasaran dengan lebih selektif, karena audience yang menyimak hanya yang ada di lokasi tersebut, sehingga merupakan audience khusus yang sudah diketahui segmentasi-nya.

d. Program acara bisa dibuat lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan yang lebih khusus.

e. Progarm acara bisa diisi dengan local content sesuai segmen dan target audience yang disasar.

f. Menarik perhatian audience, karena memiliki program acara yang berbeda dengan media radio/televisi komersial.

g. Memiliki potensi sebagai media promosi, karena segmen dan target audience-nya jelas.

h. Di beberapa lokasi (pesawat, kereta api, rumah sakit, ruang tunggu) media ini akan mendapatkan fokus perhatian yang baik dari audience, karena audience memiliki waktu tunggu yang lama.

i. Bisa menjadi prestise bagi penyelenggara siarannya, karena mampu menghadirkan siaran yang variatif, bermanfaat bagi audience, dan berbeda dengan media mainstream.


Kelemahannya :

a. Jangkauan terbatas, karena didistribusikan dengan jaringan kabel. Sehingga, coverage area-nya terbatas sepanjang jaringan kabel tersebut.

b. Hanya disimak oleh audience yang relatif lebih sedikit, hanya pada lokasi tersebut.(Meskupun ini bisa menjadi sebuah kelebihan juga karena justru segmen-nya jelas).

c. Di beberapa lokasi (hotel, mall, supermarket, toko) media ini cenderung disimak sambil lalu, sehingga fokus perhatian audience sedikit kurang.

d. Di banyak tempat media ini belum didukung dengan infrastruktur yang memadai, belum memiliki manajemen siaran yang baik serta tidak didukung oleh SDM yang memiliki kemampuan di bidang broadcasting.

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Broadcasting New's  

Mengenal Format Radio (Radio Station)

Ditulis oleh : Krisna Mulawarman

Membuat program radio tentu tidak hanya berdasar pada keinginan semata dari seorang Produser atau Program Director. Begitu ada keinginan untuk membuat sebuah program acara, langsung buat program acara baru. Atau ketika tahu di station radio lain ada acara baru yang ngetop kemudian latah ikut-ikutan membuat acara sejenis, sekedar untuk mengikuti trend. Pada akhirnya, acara yang dibuat tidak lagi sesuai dengan segmentasi, target audience, serta positioning yang telah ditetapkan oleh staion radio bersangkutan.

Ada banyak pertimbangan dalam pembuatan program acara radio, misalnya; acara seperti apa yang perlu dibuat, sesuai dengan segmentasi dan target audience-nya tidak, konsep acara pas atau tidak dengan positioning serta format stationnya, apa yang menjadi kelebihan program acara tersebut dibanding dengan program lainnya, siapa yang akan menjadi host atau narasumbernya, kapan sebuah program acara akan diluncurkan, dan masih banyak pertimbangan dalam pembuatan program radio.

Salah satu dasar pembuatan program acara yang penting adalah mengacu pada format station yang telah ditetapkan oleh radio station tersebut. Apa saja format station radio, dan bagaimana perwujudannya dalam program acara, tulisan ini akan memberikan gambaran dasar mengenai format station.

Munculnya pemograman radio sebenarnya diawali dengan munculnya aliran music Rock ‘n Roll yang berakar pada music Rhythm and Blues (R&B) pada tahun 1955. Saat itu kelompok music "Bill halley and the Commets" sukses dengan album "Rock Around the Clock" yang diputar di seluruh radio di Amerika Serikat dan menjadi album terlaris pada saat itu. Hal ini membuat para broadcasters mulai menyadari bahwa lagu-lagu baru yang sedang hits akan meningkatkan jumlah pendengarnya. Karena itulah kemudian muncul format Top 40 yang menekankan pada pemutaran lagu-lagu baru yang sedang laris. Format ini pula yang kemudian menjadi cikal bakal bagi munculnya format-format lain dan menentukan sebuah program suatu di radio station.

Beberapa format yang kemudian terkenal ke seluruh dunia menurut Michael C. Keith (1987) adalah Adult Contemporary, Album Oriented Rock, Beautiful Music, Children, Classical, Classic Hit, Contemporary Country, Contemporary Hit, Dance, Disco, Easy Listening, Ethnic, Jazz, Middle of the Rock, Mix, Modern Rock, News, News/Talk, Religious, Pop, Southern Rock, Top 40, Urban Contemporary, Talk, Rhythm and Blues, Oldies, Nostalgia, All Sports, All Weather, All Business, All Beatles, All Comedy, dan puluhan lagi.

Dari beberapa format station tersebut, empat di antaranya yang terpopuler dan di terapkan di berbagai radio seluruh dunia adalah :

1. Adult Contemporary


Format ini ditujukan untuk kaum muda dan dewasa dengan rentang umur sangat luas antara 25-50 tahun, serta berdaya beli tinggi. Dalam format ini, program siarannya antara lain meliputi musik pop masa kini, soft rock, balada, berita olah raga, ekonomi, serta politik. Format AC ini kemudian berkembang pula ke dalam format lain seperti Middle of the Road, Album Oriented Rock, dan Easy Listening.


2. Contemporary Hit Radio (CHR)/Top 40 Radio


Format ini ditujukan untuk remaja (ABG) yang berumur antara 12-20 tahun. Format ini bisa disebut sebagai format paling populer dengan program siaran yang berisi lagu-lagu Top40/Top 30, serta lagu baru dan terlaris. Program siaran beritanya berisisi seputar gossip idola dan tips praktis. Sebelum CHR awalnya format ini disebut Top 40 Radio. Dalam format CHR pemutaran musik mendapat perhatian yang sangat ketat, karena format ini hanya memutarkan lagu-lagu terkini, tidak memutarkan lagu lama, serta tidak memutar ulang sebuah lagu yang sama secara berdekatan waktunya (repetisi pemutaran lagu tidak sering).


3. All News/All Talks, Sports


All Talks lebih dulu hadir pada tahun 1960 di Los Angeles dengan konsep siaran talk show interaktif mengupas isu-isu lokal. All News hadir Kemudian tahun 1964 dimotori Gordon McLendon di Chicago dengan konsep berita bulletin 20 menit berisi berita lokal, regional, dan dunia. Sasaran radio ini kaum muda dan dewasa berumur 25-50 tahun, berdaya beli tinggi. Berita dan bincang ekonomi-politik menjadi acara unggulan dalam format ini.


4. Classic/Oldies/Nostalgia


Format ini ditujukan untuk kalangan dewasa dan tua berumur 35-60 tahun. Memutar lagu-lagu klasik, apresiasi penyanyi dan lirik lagu lebih penting dari lagunya. Menyiarkan berita kilas balik masa lalu, serta berita mistik.Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat turut pula mempengaruhi perkembangan format radio station.

Masih banyak lagi format station yang berkembang dari tahun 1950-an sampai tahun 2000-an ini. Dimana pada masing-masing dekade memiliki format station yang tersendiri yang banyak diminati oleh audience-nya. Beberapa format station terlihat berkembang pula di tahun-tahun berikutnya.

Dalam perkembangan terakhir seiring dengan teknologi satelit dan internet (radio streaming), yang kemudian menjadi alternative baru dalam menikmati siaran radio. membuat perkembangan format station radio menjadi sedemikian pesat. Bahkan perkembangan teknologi ini yang lebih maju dibandingkan dengan radio tradisional (AM/FM) memunculkan teknologi pendukung lainnya berupa media baru yang disebut sebagai media digital audio entertainment seperti : podcasting, digital music players, ponsel, termasuk di dalamnya adalah radio satelit dan radio internet (streaming radio).

:: Buku acuan : Michael C. Keith, The Radio Station Broadcast Satellite & Internet, 7th Edition, Focal Press, Oxford, UK, 2007

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Eksposse Hari Ini - Kejadian Turyono  

Senin, 24 Agustus 2009


AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Eksposs Hari Ini - DJ Ciciel  

Minggu, 16 Agustus 2009




AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Training Di Ungaran  

Kamis, 16 Juli 2009

Trafficking

Radio Komunitas memang perlu pembekalan - Training training seperti juga Jurnalistik karena radio komunitas sangat erat sekali hubunganya dengan warga masyarakat khususnya warga komunitasnya. Maka sangatlah tepat jika kemudian lembaga - lembaga dampingan komunitas melibatkan pengelola radio komunitas untuk mengikuti beberapa Training termasuk training Trafiicking.

Perdagangan manusia semakin marak dan membuat setiap kita miris ketika menyaksikan beritanya di bayak media masa baik radio - koran maupun televisi. hal tersebut bisa terjadi karena banyak faktor tetapi menurut saya faktor yang paling dominan adalah pendidikan dan keiapan hidup dimana sekarang ini banyak setiap kita tidak siap untuk berjuang melawan persaingan global yang makin gila - gilaan, konsumeris dimana - mana sehingga berdampak pada budaya latah dan Plugiat.

semoga training - training untuk meningkatkan kapabilitas radio komunitas semakin banyak dan semakin sering sehingga bisa membantu pengelola radio komunitas untuk mengembangkan diri dan mampu mandiri dalam menyampaikan segala bentuk informasi kepada warga komunitasnya. Terima Kasih

Yobel New's

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Perjuangan itu pun Berbuah  

Sabtu, 14 Maret 2009

Kembali lagi Radio komunitas Yobel fm harus menerima kabar gembira karena dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera mendapatkan Ijin tetap (IPP Tetap) Penyelenggaraan penyiaran setelah sekian lama berjuang dan terus menggali informasi akhirnya pada hari selasa tanggal 10 bulan maret kemarin diskusi bersama dengan DEPKOMINFO beserta KPID Jawa Tengah tentang sertifikasi perangakat siar dalam rangka menuju masa uji coba siaran selama enam bulan (untuk radio) atau satu tahun untuk televisi.

Sebelas lembaga penyiaran yang telah lolos semua verifikasi hadir dalam diskusi yang di adakan di hotel Santika Premiere di Jl.Pandanaran Semarang selama satu hari. kemudian dilanjutkan dengan kunjungan DEPKOMINFO Ke beberapa lembaga penyiaran di jawa tengah yang dibagi menjadi beberapa tim. kami sendiri dari pihak radio Yobel fm membawa rombongan tim DEPKOMINFO menuju ketempat radio Wijaya kusuma Fm yang lokasinya berada di Banjiran Warungasem Batang baru kemudian perjalanan dilanjutkan langsung ke studio radio Yobel fm yang beralamat di Jl. Jend Sudirman Comal - Pemalang. Setelah berbincang - bincang tidak terlalu lama karena kebetulan kewajiban - kewajiban radio Yobel Fm sudah terpenuhi sebelumnya maka perjalanan kami lanjutkan ke Pondok makan Alam Asri yang lokasinya tidak terlalu jauh dari studio radio Yobel fm.

Rombongan yang terdiri dari Staff radio Yobel fm (3 orang), Staff radio Gema Putra Fm Tegal (LPS - 2 Orang), dan dari DEPKOMINFO (3 Orang) kemudian beristirahat sejenak sembari menikmati hidangan senja dengan masih selalu membicarakan hal - hal yang sekiranya bisa membantu mempercepat proses turunnya IPP. Langkah awal yang harus ditempuh oleh kami sendiri (Yobel fm) adalah sesegera mungkin mengurus sertifikasi peralatan siar namun karena ternyata biaya untuk mensertifikasikan peralatan siar tersebut cukup besar (kisaran 12 jutaan) maka disarankan agar supaya membeli perangkat siar (transmitter) yang sudah punya sertifikasi saja, dan perbandingan harganya juga memang cukup tinggi.

Maka dalam waktu dekat dan sesingkat singkatnya radio Yobel fm harus segera mengurus perihal sertifikasi agar langkah berikutnya semakin mudah dan IPP segera turun,karena Kami sangat yakin bahwa IPP sudah pasti akan turun jika semua persyaratan yang ada terpenuhi. Pihak DEPKOMINFO sendiri tidak menutup akses dan justru membantu apa - apa saja yang menjadi kendala terutama untuk kategori lembaga penyiaran komunitas, maka saran saya kepada kawan - kawan pengelola radio komunitas segeralah urus perijinan agar siaran bisa berjalan lancar dan informasi kepada warga komunitas tidak lagi di hantui rasa bersalah karena frekuensi adalah sumber daya alam yang sangat terbatas.

Selesai berbincang bincang dan menghabiskan semua hidangan, rombongan DEPKOMINFO kemudian meluncur ke Tegal untuk merampungkan tugasnya memverifikasi radio Gema putra Gama di Tegal. Akhirnya kita harus mensyukuri semua yang sudah di tempuh selama ini, semuanya ternyata memang tidak sia - sia perjuangan panjang yang hampir selama dua tahun ini terbayar sudah dengan turunnya IJIN PRINSIP dan tinggal menunggu waktu sampai turunnya IPP Tetap.

Selamat Berjuang

Dhimas HR
Ketua JRK Batik Pekalongan

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Rapim KPID Jateng Canangkan 2009 Sebagai Tahun Penindakan  

Kamis, 22 Januari 2009

Rabu, 14 Januari 2009

Awal 2009 ini, KPID Jateng telah menyelenggarakan Rapat Pimpinan (RAPIM) yang dihadiri oleh Komisioner, Kepala Sekretariat dan para Kepala Sub Bagian. Kegiatan tersebut merupakan respon terhadap telah diserahkannya DIPA Anggaran 2009 oleh Gubernur Jateng kepada seluruh SKPD awal Januari ini.

Menurut Ketua KPID Jateng Amirudin, Rapim bertujuan untuk melakukan sinkronisasi dan penyamaan persepsi dalam hal kegiatan dan keuangan antara Komisioner dan Sekretariat sebagai upaya implementasi program kerja tahun 2009. Setiap bidang diharapkan sudah memiliki pijakan dan pedoman untuk melaksanakan kegiatan sejak dini sehingga arah yang dikembangkan sesuai dengan koridor kebijakan yang sudah ditentukan, tambahnya.Selain membahas program kerja tahun 2009, Rapim membahas dan melakukan evaluasi beberapa persoalan yang meliputi tiga (3) bidang garapan KPID Jateng, yaitu kelembagaan, isi siaran dan perijinan yang disampaikan oleh masing-masing kordinator bidang.

Menurut Najahan Musyafak selaku korbid kelembagaan, di bidang kelembagaan terjadi restrukturisasi personil pada setiap bidang. Sebelumnya, setiap bidang dilaksanakan oleh dua komisioner dan mulai tahun 2009 menjadi tiga komisioner. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya penguatan setiap bidang di KPID untuk meningkatkan kinerja di tahun 2009, tegasnya.Setelah terjadinya perubahan, komposisi bidang kelembagaan adalah Najahan Musyafak, Retno Mawarini dan Budi Sudaryanto; Bidang isi siaran adalah Ahmad Rofiq, Zaenal Abidin dan Najahan Musyafak; sedangkan bidang Perijinan diisi oleh Hari Wiryawan, Budi Sudaryanto dan Retno Mawarini. Dengan komposisi yang baru ini diharapkan kordinasi internal dan antar bidang semakin solid dan kuat, tambah Najahan.

Dibidang perizinan, Hari Wiryawan memaparkan mengenai perencanaan tahun 2009. Menurutnya, di tahun 2008 tercatat 143 lembaga penyiaran yang telah mengajukan ijin. Dari jumlah tersebut, terdapat 13 LP yang sudah mengantongi IPPP, sebagian besar sudah EDP dan verifikasi faktual.

Menurut Korbid Perizinan tersebut, masih ada 79 lembaga penyiaran yang menjadi tanggungjawab KPID untuk menyelesaikannya di tahun 2009. Jumlah tersebut sudah termasuk beberapa TV Nasional yang akan mendirikan stasiun berjaringan di beberapa kota di Jawa Tengah. “Insya Allah, di bulan Januari ini kita sudah bisa mulai dengan menyelenggarakan EDP di beberapa kota,” jelas Hari.

Sementara itu, anggota KPID Jateng Zaenal Abidin yang membidangi Isi Siaran menegaskan bahwa tahun 2009 ini KPID mencanangkan Tahun Penindakan. Pencanangan tersebut didasarkan pada realitas di lapangan bahwa pelaksanaan UU No 32 Tahun 2002 dan P3 SPS oleh lembaga penyiaran belum optimal, sehingga perlu upaya nyata yang lebih serius dan tegas guna mewujudkan media penyiaran yang sehat. Apalagi KPID sekarang sudah memiliki PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) yang sudah siap melaksanakan tugasnya.

KPID Jateng/Red

YobelNews


AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Revolusi Penyiaran  

Amiruddin : Dunia Penyiaran Jateng Capai Kemajuan
Rata Penuh
Ketua KPID Jawa Tengah (Jateng) Amiruddin mengatakan, ada kemajuan yang luar biasa dari upaya penataan dan perkembangan dunia penyiaran di Jawa Tengah sampai akhir tahun 2008. Indikasinya terlihat dari tiga aspek dalam pengembangan dunia penyiaran yakni, perizinan, isi siaran, dan kelembagaan. Hal itu disampaikannya hari ini di Semarang.

Pertama, kata Amir, dari sisi perizinan. Dari ketersediaan kanal 237 frekuensi untuk radio FM di Jawa Tengah yang kini sudah terisi radio eksisting dengan Izin Stasiun Radio [ISR] sekitar 114, dan 11 radio FM dengan Izin Prinsip Penyelenggaraan Peniaran [IPPP], telah bertambah sebanyak 49 radio FM yang telah mendapatkan Rekomendasi Kelayakan [RK] KPID Jawa Tengah. Begitupun untuk TV lokal, kini bertambah 4 TV lagi yang telah mendapatkan RK dari 4 TV lokal sebelumnya yang telah mendapatkan IPPP. Sungguh ini kemajuan yang berarti mengingat jumlah media penyiaran yang legal menjadi semakin banyak. Mudah-mudahan di 2009 nanti, proses legalisasi media penyiaran dapat bertambah minimal 100 persen lagi dari yang telah dicapai 2008.

Kedua, dari sisi isi siaran. Di aspek ini, jelas Amiruddin, juga terlihat sudah mulai kemajuan. Dari hal-hal paling prinsip yang harus dilakukan media penyiaran sesuai kehendak UU No 32 Tahun 2002 tentang penyiaran seperti kewajiban membuat klasifikasi siaran, kewajiban menyiarkan 60 persen siaran produksi dalam negeri, kewajiban membuat arsip siaran untuk jangka waktu 1 tahun, kewajiban menggunakan bahasa yang baik dan benar, kewajiban tidak melakukan relai berita dari lembaga penyiaran asing, kewajiban media penyiaran untuk tidak mengutamakan kepentingan golongan tertentu, kewajiban menghindari siaran bernuansa judi, mistik, seks dan kekerasan; sedikit banyak mulai diterapkan.

Hal itu diketahui setelah KPID menggelar pemantauan dan pengawasan isi siaran [audit isi siaran] dengan semangat pengembangan dan pembinaan media penyiaran dari aspek isi siaran. Cita-cita kami mewujudkan media penyiaran yang bersih dari siaran berbau Sa-Sa-Sa [Saru, Sangar/Sadis, dan SARA] atau yang anti-K3 [Ketakpantasan, Ketaksopanan, dan Kesusilaan], sudah mulai mereda. Mudah-mudahan di tahun 2009 nanti, audit yang sama dapat digelar kepada seluruh program siaran yang bukan saja pada acara fiksi [non-factual] dan nonfiksi [factual] untuk media penyiaran lokal tetapi juga nasional.

Upaya untuk mengondisikan dan mengerangkai media penyiaran agar lebih pro pada perlindungan publik, pro pada UU Penyiaran, pro pada peraturan PPP dan SPS [Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran] terus dilakukan melalui berbagai cara. Termasuk dengan menggerakkan pengawasan partisipatif melalui lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memiliki perhatian yang sama, seperti NU, Muhamadiyah, MUI, dll. Juga penyamaan persepsi dengan kepolisian dan kejaksaan tinggi sebagai aparat yang memiliki kewenangan pembinaan dan penegakkan hukum, juga telah dilakukan. Mudah-mudahan dengan upaya itu dapat menjadi pijakan kerangka fundamental bagi pengembangan dunia penyiaran ke arah yang semakin tertib dan sehat.

Ketiga, dari sisi kelembagaan. Upaya pengembangan media penyiaran bukan saja dilakukan dengan legalistic approach dan pengawasan pada aspek isi siaran, tetapi juga pengembangan SDM penyiaran, dan pengenalan sejumlah kebijakan terbaru dari pemerintah pusat. Di tahun 2008, kami telah melatih dan menghasilkan 200 orang penanggungjawab program siaran yang telah mengenal dan menguasasi dengan baik aspek regulasi, aspek budaya, aspek marketing, dan aspek psiko-edukatif/psiko-sosial dari penyusunan format dan program siaran. Selain itu, kepada sejumlah media penyiaran potensial, KPID juga telah menggelar pengenalan sistem digitalisasi kepada mereka agar sedini mungkin dapat mulai mengenali dan merespon kebijakan pengembangan media penyiaran terbaru itu.

Demikianlah catatan yang disampaikan oleh Ketua KPID Jateng atas perkembangan dunia penyiaran terkini sampai di akhir 2008 ini. Amir berharap catatan ini dapat bermanfaat. Red/KPID Jateng

YobelNews



AddThis Social Bookmark Button
Email this post


KPID Jateng Umumkan Media Penyiaran Kampanye Pemilu 2009  

Jumat, 09 Januari 2009

Guna mendukung suksesnya pemilu 2009, setelah melakukan penandatanganan MOU dengan KPU dan Panwas tentang Pengawasan Kampanye Pemilu 2009 beberapa waktu lalu, KPID Jateng akhirnya menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Media Penyiaran untuk Kampanye Pemilu 2009.


SE ini diharapkan memberikan kejelasan tentang media penyiaran apa saja yang boleh dimanfaatkan untuk kampanye pemilu nanti. Ini juga penting bagi media penyiaran sebagai jaminan yang telah dengan disiplin dan taat mengikuti ketentuan tentang penyiaran; iklan politik dapat menjadi stimulan untuk lebih serius ambil peran dalam pemilu 2009.

Menurut KPID Jateng, ada 8 TV lokal yakni TVRI Semarang, TVKU Semarang, TVB Semarang, Cakra TV Semarang, Pro-TV Semarang, TATV Solo, dan BMS-TV Purwokerto] yang diperbolehkan menyiarkan iklan kampanye.

Sementara untuk radio FM ada sekitar 209 di Jawa Tengah yang diperbolehkan untuk sarana kampanye pemilu, yakni: di Kota Semarang (29), Banjarnegara (11), Banyumas (11) Batang (3), Blora (8), Boyolali (3), Brebes (10), Cilacap (10), Grobogan (2), Karanganyar (2), Jepara (5), Kebumen (6), Kendal (4), Klaten (3), Kudus (4), Kota Magelang (3), Kabupaten Magelang (7), Pati (6), Kab Pekalongan (4), Kota Pekalongan (3), Pemalang (4), Purbalingga (4), Rembang (3), Purworejo (5), Salatiga (2), Kab Semarang (2), Sragen (4), Sukoharjo (5), Surakarta (13), Kab Tegal (5), Kota Tegal (7), Temanggung (3), Wonogiri (2), Wonosobo (5).

Dalam SE disebutkan media penyiaran yang dapat melakukan kampanye pemilu adalah: Pertama, media penyiaran di Jawa Tengah yang telah memiliki Izin Stasiun Radio [ISR] dan/ atau IPP. Kedua, media penyiaran yang eksisting dengan izin dari pemerintah daerah yang telah melakukan proses perizinan dengan ketentuan yang baru. Ketiga, media penyiaran komunitas dilarang sebagai sarana propaganda politik dan kampanye pemilu.

Adapun bentuk-bentuk kampanye yang dapat dilakukan melalui media penyiaran antara lain: siaran monolog, talkshow dan iklan politik. Dalam iklan politik berlaku ketentuan, untuk iklan radio maksimal 10 spot per hari untuk setiap peserta pemilu dengan durasi maksimal 60 detik; sementara untuk iklan politik di TV maksimal 10 spot per hari dengan durasi maksimal 30 detik. Media penyiaran dilarang melakukan blockingtime.

Selain itu, KPID juga meminta seluruh media penyiaran memberikan informasi rutin melalui adlip atau iklan layanan masyarakat tentang tanggal pemungutan suara, cara memungut suara, dan kewaiiban warga
untuk hadir di TPS. Red

YobelNews


AddThis Social Bookmark Button
Email this post


ISR & Uji Coba Siaran Radio  

Kabar gembira datang lagi, hari ini sabtu 10 januari 2009 radio komunitas menerima surat resmi dari komisi penyiaran indonesia daerah/KPID Jateng yang tertanggal 6 Januari 2009 memberikan himbauan bahwa radio Yobel fm sudah pada tahapan mengurus ISR Dan Uji Coba Siaran.

Maka sudah sangatlah jelas bahwasanya perijinan yang di keluarkan oleh pemerintah bukan sekedar wacana seperti yang banyak diragukan oleh banyak pihak. Semoga dengan munculnya kabar ini bisa memberikan wacana dan pandangan baru bagi teman - teman pengelola radio khususnya komunitas untuk segera mengurus segala kepentingannya dalam hal regulasi. Kami juga selalu membuka diri untuk berbagi pengalaman tentang lolosnya radio komunitas Yobel fm dalam perihal regulasi.

Bagi teman - teman pengelola radio komunitas yang ingin mencari data radio - radio yang sudah resmi terdaftar di DEPKOMINFO baik yang kategorinya swasta - publik - maupun komunitas Silahkan berselancar disini http://www.mediapenyiaran.net/index.php/data_perizinan/search.ci. Lihat saja apakah radio anda sudah termasuk disana

YobelNews



AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Natal...Natal.....Just Natal  

Kamis, 25 Desember 2008

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Rabu, 24 Desember 2008

Suasana Natal Youth Ministry, Jonathan - Bom Bom - Risco - Jessica - Ivent - Dkk

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Marry Christmas  

Aksi Stephent Bill Saat Menjadi Santa Claus Di Natal Tahun Ini...ada yang mau beri komentar ?

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Berita Radio  

Selasa, 02 Desember 2008

KPID Jateng: Genre Format Siaran Masih Jadi Soal
17/11/2008

Pekan lalu, selama dua hari (12–13/11), KPID Jateng menggelar Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) di Kabupaten Tegal. Keempat radio itu tengah mengajukan permohonan izin, dua radio swasta di antaranya merupakan peralihan izin dari AM ke FM, satu lagi peralihan radio swasta dari izin pemda, dan satu radio komunitas (pramuka) yang baru sama sekali.

Evaluasi diarahkan untuk menilai enam aspek, yakni: aspek pendirian, aspek manajemen dan SDM, aspek program siaran, aspek keuangan, aspek teknis; dan aspek visi, misi, dan latar belakang. Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh, selain komisioner sebagai evaluator dihadirkan pula Kepala Balai Monitoring Frekuensi dan Orbit Satelit Kelas II Semarang, Kepala Dinhubkominfo Provinsi Jateng; Ketua Komisi A DPRD, ketua MUI, akademisi dan Kepala Dinhubkominfo dari Kabupaten setempat.

Khusus di aspek program siaran, menurut Drs Amirudin MA, ketua KPID Jawa Tengah, memang masih ditemukan banyak hal yang belum ideal. Padahal aspek ini justru penting mengingat bayangan kepentingan publik haruslah terwujud di bagian ini. Adapun letak ketidak-idealannya yakni;

Pertama, dari sisi kebutuhan publik (public necessities). Radio di manapun tidak boleh lepas dari kebutuhan publik sebagai latar berdirinya radio itu. Rumusnya R = KP atau Radio merupakan pencerminan kebutuhan publik (lokal), bukan sekadar replika kebutuhan pemilik dan elite radionya saja. Karenanya, sebelum radio bersiaran, dituntut mampu membaca kebutuhan publik yang nantinya diformulasikan ke dalam format siaran.

Publik butuhnya apa ? Kalau informasi, informasi apa; kalau hiburan, hiburan apa ? Dan semua itu sangatlah tergantung pada karakterisitik psiko-sosio-demografis maupun psiko-sosio-geografis masyarakatnya. Idealnya, format siaran merupakan fiksasi dari bangunan kebutuhan publik yang kompleks dan multi-identitas itu.

Untuk itu radio diharapkan harus ”bertanya” terlebih dulu kepada mereka, atau paling tidak dapat ”mengintip” kebutuhan mereka. Apa sesungguhnya kebutuhan publik setempat; hal ini penting agar radio kelak benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan sampai radio berlaku ”kasar” merampas hak publik untuk mendapatkan informasi dan hiburan tanpa bertanya lebih dulu kepada mereka. Melalui riset sederhana (prelimenary studies), saya kira, upaya mendapatkan rancang bangun tentang kebutuhan publik dapat dilakukan.

Kedua, lanjut Amirudin, dari sisi kenyamanan publik (public convinience). Rasa nyaman selalu berkaitan dengan dua hal, yakni tingkat kenyamanan dalam menerima signal; dan kenyamanan berkenaan dengan tata krama, norma, etika, dan hukum yang berlaku di masyarakat. Dua hal itu yang selalu menjadi trigger ada penolakan publik pada radio kalau dua aspek mereka itu terganggu. Publik tentu sangat mengharap ada radio yang mampu memperhatikan dua rasa nyaman itu. Jika format siaran mereka – apalagi didukung dengan kemampuan teknologi penyiaran yang baik – pas dengan harapan akan rasa nyaman publik itu, tentu radio kelak akan mendapatkan pendengar loyalis yang tak diragukan.

Terhadap kedua hal itu, ungkap Amir, radio memang masih sering tergagap-gagap. Subyektivitas radio dalam merumuskan format siaran, masih terlalu menonjol. Itu yang menyebabkan radio selalu gagal merumuskan format siaran yang memiliki genre (aliran) yang unik sesuai kebutuhan dan rasa nyaman publik. Padahal jika setiap radio berhasil merumuskan keunikannya masing-masing dari sisi genrenya, saya yakin mereka tetap dapat survive di tengah persaingan ketat radio. Inilah tantangan bagi radio yang tengah mengurus izin; radio masih kesulitan merumuskan genre siarannya. Red/KPID Jateng

YobelNew's

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Info Training Radio Bag 02  

Senin, 17 November 2008

Term of Refrence

Training Marketing Radio Komunitas

JRK DEM

Latar belakang:

Kebutuhan radio komunitas untuk menyelenggarakan penyiaran sesuai dengan visi, misi, serta tujuan pemberdayaan dan pencerahan masyarakat tidak dapat diartikan bahwa Radio Komunitas tidak membutuhakan sumber pendanaan kemampuan pengelolaan pendanaan, justru seharusnya mereka/Radio Komunitas harus memiliki daya imajinatif dan kreatifitas untuk memperoleh dan mengelola pendanaan yang baik untuk menjaga keberlangsungan Radio Komunitas demi tercapainya Visi, dan Misi yang diembanya.

Kondisi radio komunitas saat ini menjadi pembelajaran penting bagi wacana keberdayaan radio komunitas masa akan datang, walaupun masih sangat sedikit yang dapat memahami dan mengerti bahwa radio komunitas tidak dapat dijastifikasi oleh publik merupakan radio miskin, kecil, ilegal. Disituasi ini tambah ironis sekali pemahaman internal radio sendiri juga tidak jauh berbeda yang menjadi kendala utama penguatan radio komunitas terletak pada mental seperti inilah kesulitan Radio Komunitas akan berkembang menjadi kuat

Kemampuan radio komunitas, mulai rendahnya inisiatif, mental interpreneur ship, kemampuan mengelola menjadi hambatan bagi sebagaian besar Radio Komunitas anggata JRK – DEM dan radio lain di indonesia

Masalah:

  1. Kemampuan sumberdaya di bidang merketing yang lemah

  2. lemahnya keberlanjutan radio komunitas dibidang pengelolaan keuangan

Tujuan:

  1. Memberikan pengetahuan tentang marketing radio

  2. Memberikan pengetahuan dan keterampilan teknik marketing

  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengelola jaringan marketing

Kegiatan:

Training marketing publik relation

Metode: Brainstorming, buze group, disko, roun robin, rol play.

Waktu: 17 - 19 Nopember 2008 Mulai jam 13.00 Wib dan selesai tanggal 20 pagi nov 2008

Tempat: Puri perdana Hotel, Blitar (masih tentatif/belum pasti)


Peserta:

30 orang dari Radio Komunitas


Pelaksana:

Jaringan Radio Komunitas untuk Demokrasi & lakpesdam NU Jombang

Materi Training:

  1. Dasar dasar marketing

  2. Managemen marketing

  3. Identifikasi dan Pengelolaan Jaringan

  4. Publik relation ship

  5. Lobying

  6. Intensifikasi jaringan


Acomodasi :
  • Makan, minum, snack, penginapan, hool room, sertifikat, sabun mandi, odol, ditanggung JRK DEM

Tranportasi :

  • Tranportasi peserta ke tempat pelatihan dan pulang ditanggung oleh peserta

Persyaratan peserta :

  • Bersedia mengikuti forum sampai selesai

  • Bersedia menjalankan tindak lanjut pelatihan, asistensi dan evaluasi

  • Berkomitment di radio masing masing selama 2 tahun

  • Akan mendedikasikan dibagian marketing di radio masing masing

Informasi Ini Disampaikan Radio Komunitas Yobel Fm selaku Majelis Anggota Dewan Presidium JRK Dem.

Dhimas HR

YobelNew's

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Informasi Training Keradioan  

Selasa, 11 November 2008

Informasi


Sebetulnya bulan ini banyak sekali agenda yang bersentuhan denganradio komunitas maupun editorial untuk websites atau jurnalistik radio.Tetapi karena banyak hal mungkin tidak bisa dilaksanakan semuanya, apalagi jika sudah bersentuhan dengan yang namanya pendanaan tentunya itu juga satu permasalahan yang tidak mudah untuk dipecahkan.

Pelatihan - pelatihan seperti itu seharusnya menjadi sebuah agenda khusus pengelola radio khususnya radio komunitas karena selain akan meningkatkan kapasiti building juga tentunya akan membuat bentuk perubahan baru bagi radio komunitas namun sayangnya tidak banyak pengelola radio komunitas yang berfikir ke arah itu. Jikapun berfikir tetapi karena kesibukannya yang lain ini juga akan menjadi kendala tersendiri lalu bagaimana arah radio dan programnya bisa berkembang apalagi sesuai dengan visi misi dan tujuan yang di tuliskan jika keseriusannya dalam hal seperti ini saja masih sulit.

Semoga agenda - agenda yang akan datang bisa menjadi perhatian tersendiri demi kemajuan dan perkembangan radionya tentunya juga supaya eksistensinya di dalalm dunia penyiaran tetap konsisten dan penuh semangat.

Selamat Berjuang !!

Yobel New's


AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Babak Baru Perijinan Radio  

Selasa, 04 November 2008

Babak Baru Perijinan Radio


babak baru untuk radio khususnya komunitas kemungkinan tidak semudah yang pertama. Kemungkinan ini sangat mendekati 90 persen benar karena kedepan akan sangat sekali bermunculan radio - radio dengan menggunakan frekuensi yang tentunya sangat terbatas dan dibatasi apalagi komunitas.

bagi lembaga penyiaran komunitas yang sudah sempat mengurus proses regulasi atau sedang berjalan seharusnya lebih serius dan penuh komitmen untuk melangkah menuju langkah berikutnya agar perijinannya segera turun. sangat sayang sekali jika sudah setengah jalan lantas di tinggalkan begitu saja dengan berbagai macam alasan masing - masing yang padahal sangat perlu. yang terpenting adalah keseriusan untuk mengurus segala sesuatunya guna mendapatkan kelayakan penyiaran, seharusnya toh demikian masa' sih lembaga penyiaran kok hanya fokus pada program siaran tanpa mengindahkan peraturan pemerintah yang menyediakan frekuensi meski memang frekuensi tersebut milik umum tetapi toh tetap saja harus ada yang mengatur demi kepentingan bersama dan di gunakan untuk kemerdekaan informasi.

radio komunitas sebagai sarana informasi warga masyarakat sudah selayaknya lebih serius untuk mengelola managemen dan sistemnya agar informasi yang akan di sampaikan lebih lugas, sopan dan tidak melanggar aturan termasuk didalamnya adalah aturan perijinan jika hal yang paling mendasar saja tidak di urus lalu bagaimana bisa mengelola informasi yang tentunya setiap hari setiap detik bahkan berubah - ubah.

belum lagi tentang pola siaran yang tentunya asal bunyi, asal siaran bukankah penyiaran sudah seharusnya di sajikan dengan gaya masing - masing karakteristik radio komunitas itu sendiri dan tentunya sangat di butuhkan share informasi atau bahkan pelatihan untuk mencapai hal itu. sayangnya belum banyak pengelola radio komunitas yang punya keinginan besar untuk kemajuan rakomnya, selama ini hanya sebatas penyiaran yang asal siaran padahal semuanya masih bisa maksimal asal mau belajar atau share informasi bersama sesama rakom.

tentunya pertukaran informasi yang maksudkan perlu adanya mediator agar semuanya bisa di diskusikan sehingga tercapai suatu kesepakatan yang tepat. fungsi berjaringan juga sangat penting disini karena dengan adanya sistem berjaringan maka akan mempermudah setiap rakom untuk berbagi keluh kesah atau informasi lainnya.

sekarang yang penting adalah bagaimana supaya rakom bisa segera mendapatkan ijin penyiaran agar dalam menyampaikan informasi tidak di bayang - bayangi ketakutan isu sweeping dan sebangsanya agar tidak lagi di cap sebagai radio gelap atau radio musiman. radio yang baik adalah radio yang punya tujuan pasti, komitmen, program berkesinambungan, informatif, inovatif, imaginatif, mencerdaskan warga masyarakatnya, dan tidak saling melempar tanggungjawab, jika memang sudah terlibat didalam radio maka mau tidak mau - suka tidak suka - bisa tidak bisa harus bisa, karena dari awalnya toh kita sudah tau bahwa kita akan terlibat di radio jangan alasan tidak punya waktu karena bekerja atau kesibukan lainnya lantas tidak mau serius memajukan radionya, itulah konsekwensinya maka konsekwen saja atur - atur sajalah pasti bisa.

selamat berjuang, semoga masih berkomitmen untuk rakom

YobelNew's


AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Design Website Radio Yobel Fm Oleh :Dhimas HR)